Karena beda antara kau dan aku sering jadi sengketa
Karena kehormatan diri sering kita tinggikan di atas kebenaran
Karena satu kesalahanmu padaku seolah menghapus sejuta kebaikan yang lalu
Wasiat Sang Nabi itu rasanya berat sekali;
"Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara."
Mungkin lebih baik kita berpisah sementara, sejenak saja
Menjadi kepompong dan menyendiri
Berdiri malam-malam, bersujud dalam-dalam
Bertafakur bersama iman yang menerangi hati
Hingga tiba waktunya menjadi kupu-kupu yang terbang menari
Melantunkan kebaikan di antara bunga, menebar keindahan pada dunia
Lalu dengan rindu kita kembali ke dalam dekapan ukhuwah
Mengambil cinta dari langit dan menebarkannnya di bumi
Dengan persaudaraan suci, sebening prasangka, selembut nurani,
Sehangat semangat, senikmat berbagi dan sekokoh janji.
Salim A. Fillah
Memaparkan catatan dengan label sajak. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label sajak. Papar semua catatan
Khamis, 16 Ogos 2012
Ahad, 12 Ogos 2012
Mukmin Itu
Mukmin itu
Pabila merengkuh nikmat
Ada bibit syukur menerpa
Dan bibir mungil berzikir hamdalah
Mukmin itu
Pabila musibah pula datang berpuing
ada jiwa hamba yang redha
dan sabar itu hadir berpusu
memenuhi setiap kerdip mata
Mukmin itu
Pabila berbicara
Ada hati yang tersentuh
Lantas deburan tangis berlanjut
Kerana takutkan Tuhannya
Mukmin itu
Pabila memandang
Pandangannya tembus
Menerobos ke hati-hati
Mata hatinya membaca
Langsung segalanya
Terbentang, bongkar
Siti Yang Latifah
Machang, 23 Ramadhan 1433
Pabila merengkuh nikmat
Ada bibit syukur menerpa
Dan bibir mungil berzikir hamdalah
Mukmin itu
Pabila musibah pula datang berpuing
ada jiwa hamba yang redha
dan sabar itu hadir berpusu
memenuhi setiap kerdip mata
Pabila berbicara
Ada hati yang tersentuh
Lantas deburan tangis berlanjut
Kerana takutkan Tuhannya
Mukmin itu
Pabila memandang
Pandangannya tembus
Menerobos ke hati-hati
Mata hatinya membaca
Langsung segalanya
Terbentang, bongkar
Siti Yang Latifah
Machang, 23 Ramadhan 1433
Jumaat, 24 Februari 2012
Mencintaimu Dengan Sederhana
"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada."
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada."
Hak cipta penyair : Sapardi Djoko Damono
Labels:
sajak
Sabtu, 18 Februari 2012
Puisi Dari Tuhan
Aku membaca puisi Tuhan
pada susun ranggi mawar
pada susun ranggi mawar
kudup cempaka
kembang teratai
hijau rumput
jernih samudera.
Aku juga telah membaca
puisi manusia
Aku juga telah membaca
puisi manusia
pada cabik langit
sebu udara
hingar kota
dan tengik sungai.
Ternyata,
Ternyata,
alunan puisi Tuhan
telah menghidupkan aku.
telah menghidupkan aku.
Wardah Puteh
Alor Star, Kedah.
Alunan puisi Tuhan akan tetap sampai bila-bila menenangkan, menghantar sakinah tanpa henti ke dalam hati. Namun, bagaimanakah pula manusia menyantuni Tuhan?
Selasa, 27 September 2011
Because I'm Weary
The old and aged story called “dream” now knocks on my heart..
The familiar scenery that’s too far away to be touched
because I`m weary cause I`m weary
Among the clingy world that’s walled out
I plug my ears and sing the song from my childhood
Within the memory of forest that has no start or end
Then I soothe my bruised heart from wandering in the forest
because I`m weary cause I`m weary
Today, another hard day…
The unexpected sound of thumping heart
The thump that can’t be forgotten even if I frown my face
Because I love You, cause I love You...
Once the cold wind touches the heart
The unforgettable events covers my eyes
Naïve heart, the night full of trouble and on top of the lines
I’m gasping for breath as I wipe the sweat
Because I love you, cause I love you
Among the clingy world that’s walled out
I plug my ears and sing the song from my childhood
Within the memory of forest that has no start or end
Then I soothe my bruised heart from wandering in the forest
because I`m weary cause I`m weary
Once the cold wind touches the heart
The unforgettable events covers my eyes
Naïve heart, the night full of trouble and on top of the lines
I’m gasping for breath as I wipe the sweat
Because I love you, cause I love you
Among the clingy world that’s walled out
I plug my ears and sing the song from my childhood
Within the memory of forest that has no start or end
Then I soothe my bruised heart from wandering in the forest
because I`m weary cause I`m weary
Jumaat, 12 Ogos 2011
Dropping Rain
Smiling as you say goodbye,
You said to me "be happy, as though nothing wrong"
Looking your back as your walked away
I prayed you wouldn't cry because of me
If I see the flowing tears
I can't leave
I can't let you go
it was really ok
I couldn't see your tears,
it was ok
It's all right,
I couldn't hold you back
cause the rain that could wiped out all the painful memories in your heart was falling down
time passed,
You thought you could forget
It seemed as if nothing was alive
Looking your back while you walk alone
Even today the rain fall down
I tried to stop
Your tears that were flowing
But it's not possible for me to make you smile
Because the rain was falling,
It was really okay
I couldn't see your tears.
It was ok
It's alright,
I couldn't hold you back
cause the rain that could wiped out all the painful memories in your heart was falling down'
Don't go
Don't leave
I'll say this words to your heart
Because your heart was crying and the rain was falling
Because my heart was crying, my tears falls down
Because I loved you
I couldn't hold you back
I'll embrace the sorrow in your clear and gentle life
I thought I may become the rain
Rabu, 10 Ogos 2011
Mustika Ramadhan
Pagi nirmala
Ramadhan menjelma.
Saujana mata hati melihat
terbentang bergentayangan
mustika Ramadhan
menusuk ke nubari
roh kehadirannya yang dinanti
ronanya kian memekar
bersiponggang penghuni langit ; gegar
langsung jujuh cecair
dari tubir mata ; hamba
bercempera lari sang durjana.
yang dinanti
yang dirindui
yang dimimpi
bergelanggang kelazatannya
ibadah
melimpah-ruah keindahannya
rahmat.
menyusur jalan selembut sutera
bersama mustika Ramadhan.
25 September 2006
Labels:
sajak
Rabu, 3 Ogos 2011
You’re Never Alone
Why, as the world spins, do I stand?
Still as the leaves, when there is no wind,
Why does it hurt so much?
When everything you believe in, feels right,
Why am I falling?
When everything around me is rising with the sun,
Why look for pain?
When there is none,
Is heaven a place on Earth?
Or does it come from the heart,
Every breath I take, is another fire, burning up inside,
I know that sometimes the truth hurts, but don’t ever let it slide.
Am I the only one, who takes pride in the little things?
The colour of the sky at dawn,
The feeling, knowing you’ve got something to give,
Even though they spit in your fire,
The freedom to run the waves, whenever the time is right,
The joy, of taking pride in who you are,
Even though they try and scar,
The flame of the candle, dancing in the window pane,
You are fulfilled; you have nothing more to gain.
Is there another part of me?
A part I do not know,
Whatever the future holds, I cannot tell yet,
But I can now see the glow,
A shimmer of light,
A glimmer of hope,
In everything I do.
Feel every moment you live,
For you do not know,
When the sun will stop rising,
Become who you were born to be,
For everyone is here for a reason,
Discover the meaning of life,
You will know when you’ve found it,
The warm heart, and sound of tiny toes,
Pitt-pattering on the floor,
The sound of giggling and laughter,
Where there was none before.
Feel love, when you give,
Not only when you get,
I ask for one thing,
Don’t leave this world yet,
You have many more things to discover,
The light is upon you,
And remember…
You’re never alone.
Sonia.Perkin
Still as the leaves, when there is no wind,
Why does it hurt so much?
When everything you believe in, feels right,
Why am I falling?
When everything around me is rising with the sun,
Why look for pain?
When there is none,
Is heaven a place on Earth?
Or does it come from the heart,
Every breath I take, is another fire, burning up inside,
I know that sometimes the truth hurts, but don’t ever let it slide.
Am I the only one, who takes pride in the little things?
The colour of the sky at dawn,
The feeling, knowing you’ve got something to give,
Even though they spit in your fire,
The freedom to run the waves, whenever the time is right,
The joy, of taking pride in who you are,
Even though they try and scar,
The flame of the candle, dancing in the window pane,
You are fulfilled; you have nothing more to gain.
Is there another part of me?
A part I do not know,
Whatever the future holds, I cannot tell yet,
But I can now see the glow,
A shimmer of light,
A glimmer of hope,
In everything I do.
Feel every moment you live,
For you do not know,
When the sun will stop rising,
Become who you were born to be,
For everyone is here for a reason,
Discover the meaning of life,
You will know when you’ve found it,
The warm heart, and sound of tiny toes,
Pitt-pattering on the floor,
The sound of giggling and laughter,
Where there was none before.
Feel love, when you give,
Not only when you get,
I ask for one thing,
Don’t leave this world yet,
You have many more things to discover,
The light is upon you,
And remember…
You’re never alone.
Sonia.Perkin
Labels:
sajak
Isnin, 4 Oktober 2010
Kudus Cintaku
Kudus cintaku
pada duri perjuangan
pada air mata yang menakung
di tubir mata
di jendela kehidupan
rumah persinggahan sebelum menemui Rabb ku.
Kudus cintaku
adalah pengharapanku
mencari permata di antara kaca
agar tegar cintaku
tetap dimiliki kekasihku yang Satu
agar hati dimiliki pencinta kekasihku
yang Satu.
Kudus cintaku
pada wajah yang bercahaya wuduk
langkahan yang gagah
kata-kata yang menyenangkan
senyuman yang merekah
sebentuk perlindungan
sebuah keutuhan.
Demi menjemput keredhaanMu
maka sucikan cintaku
kudusnya hanya untukMu
dan pemilik cintaMu.
Andai dunia ini dibayar
tuk miliki kudus cintaku
nescaya tidak mampu
kerana harganya adalah sebuah syurga
sakinah di hati.
yanglatif
2.34 pagi, 4 Oktober 2010
H16 109
Labels:
sajak
Rabu, 4 Ogos 2010
Jangan Lupa Palestin!
Hampir tiga bulan berlalu peristiwa kapal misi bantuan ke Gaza diserang serta 'dirompak' dari Israel di perairan antarabangsa. Beberapa bulan sudah, seluruh rakyat dunia menyatakan kecaman dan kutukan terhadap perbuatan Israel ; tak terkecuali masyarakat Malaysia khususnya umat Islam.Tidak dapat dinafikan, isu umat Palestin menyatukan umat, menolak perbezaan agama, bangsa, fahaman dan ideologi. Demonstrasi beramai-ramai, bakar bendera, berarak di jalan raya, solat hajat, pendek kata apa sahaja dilakukan demi menyatakan ledakan kemarahan dengan tindakan biadap itu.
Namun, saya dapat merasakan ada sesuatu yang lebih penting dan lebih jauh dari itu. Jauh yang bererti, perkara itu sangat jauh di hati kita. Ia terperosok di satu sudut, yang dengan sebelah mata pun kita tidak peduli dan buat-buat tidak tahu dan menyedari.
Seperti yang diketahui, isu Palestin bukanlah perkara yang baru terjadi. Sejak dulu lagi, Palestin adalah 'medan perang' dan antara musibah untuk umat Islam [ingat Nakbah Palestin]. Qunut nazilah disyariatkan sememangnya untuk menghadapi situasi begini. Janganlah qunut nazilah hanya terhad pada masa isu Palestin kecoh di bibir kita. Sedarlah bahawa Palestin adalah suatu musibah yang masih lagi panjang! Qunut nazilah tiada tempoh yang terhad. artikel. Di samping itu, doa kesejahteraan saudara kita di sana dan kesejahteraan seluruh umat amnya dari pelbagai agenda Zionis yang menyerang dari sudut yang tidak kita sedari.
Agenda Zionis menguasai dunia dari semua sudut, tidak kira dari segi politik, sosial dan ekonomi. Mereka telah menjalankan pelbagai perancangan demi menjatuhkan kuasa dunia yang lain. Namun, satu-satunya halangan terakhir mereka ialah ISLAM. Jadi, mereka telah memerah seluruh keringat, tenaga dan buah fikiran bagi menghancurkan satu-satunya 'ancaman' yang membuatkan mereka ketakutan seperti tikus dikejar kucing.
Palestin bukanlah satu-satunya isu umat yang teranaiya. Banyak lagi episod konflik umat Islam yang hidup menderita dan ditindas di negara lain yang belum dirungkai. Antaranya di Iraq, Afganistan, malah di benua Asia sendiri tidak ketinggalan, antaranya Filipina (Mindanao), Uyghur, Ambon. Usah pergi terlalu jauh, cukuplah Selatan Thai menceritakan segala keperitan umat Islam dalam menghadapi kebencian kuffar yang dengki dengan cahaya kebenaran ini.
Semua perkara ini menuntut mujahadah dan jihad.
Namun, saya dapat merasakan ada sesuatu yang lebih penting dan lebih jauh dari itu. Jauh yang bererti, perkara itu sangat jauh di hati kita. Ia terperosok di satu sudut, yang dengan sebelah mata pun kita tidak peduli dan buat-buat tidak tahu dan menyedari.
Seperti yang diketahui, isu Palestin bukanlah perkara yang baru terjadi. Sejak dulu lagi, Palestin adalah 'medan perang' dan antara musibah untuk umat Islam [ingat Nakbah Palestin]. Qunut nazilah disyariatkan sememangnya untuk menghadapi situasi begini. Janganlah qunut nazilah hanya terhad pada masa isu Palestin kecoh di bibir kita. Sedarlah bahawa Palestin adalah suatu musibah yang masih lagi panjang! Qunut nazilah tiada tempoh yang terhad. artikel. Di samping itu, doa kesejahteraan saudara kita di sana dan kesejahteraan seluruh umat amnya dari pelbagai agenda Zionis yang menyerang dari sudut yang tidak kita sedari.
Agenda Zionis menguasai dunia dari semua sudut, tidak kira dari segi politik, sosial dan ekonomi. Mereka telah menjalankan pelbagai perancangan demi menjatuhkan kuasa dunia yang lain. Namun, satu-satunya halangan terakhir mereka ialah ISLAM. Jadi, mereka telah memerah seluruh keringat, tenaga dan buah fikiran bagi menghancurkan satu-satunya 'ancaman' yang membuatkan mereka ketakutan seperti tikus dikejar kucing.
Palestin bukanlah satu-satunya isu umat yang teranaiya. Banyak lagi episod konflik umat Islam yang hidup menderita dan ditindas di negara lain yang belum dirungkai. Antaranya di Iraq, Afganistan, malah di benua Asia sendiri tidak ketinggalan, antaranya Filipina (Mindanao), Uyghur, Ambon. Usah pergi terlalu jauh, cukuplah Selatan Thai menceritakan segala keperitan umat Islam dalam menghadapi kebencian kuffar yang dengki dengan cahaya kebenaran ini.
Semua perkara ini menuntut mujahadah dan jihad.
Kami Anak Palestin
Kami anak Palestin
tak takut digugah musuh
dibedil dengan raifal solsadu
biarpun kami bersenjata tulus ; hanya batu dan balingan padu
biarpun dunia hanya pedulikan kami di meja bersidang
terus beromong kosong, menggoncangkan tangan
kemudian menemui kami di celah puing
Kami anak Palestin
tak gentar disergah Ehud
biarpun wajahnya sebengis Obama menangis
kami lali dengan 'keberanian' Yahudi di hadapan kami anak Palestin
menatap kami dengan mata redup
silau dengan cahaya di dada kami
Kami anak Palestin
andai dunia memekakkan telinga
mendengar esak tangis ibu dan saudara perempuan kami
kami tetap dibayar Allah syurga akhirat
kerana syahid itu dambaan kami
mati mempertahankan agama dan tanahair Palestin ;
bukan mati kekenyangan dunia yang disogok durjana!
Kami anak Palestin
andai dunia memekakkan telinga
mendengar esak tangis ibu dan saudara perempuan kami
kami tetap dibayar Allah syurga akhirat
kerana syahid itu dambaan kami
mati mempertahankan agama dan tanahair Palestin ;
bukan mati kekenyangan dunia yang disogok durjana!
Ahad, 25 Julai 2010
Usikan Cinta
Hati seorang pemuda
Mudah bangat terpaut
Pada kulit luar yang licin
Tanpa mengetahui isi dalamnya yang mentah
Barangkali indah khabar dari rupa!
Usikan cinta II
Lumrah jalan ini
Ada manis madu menyinggah
Halwa cinta yang dikecap
Tidak sedar sebuah mainan
Sang perosak amalan
Yang dilagukan
Untuk insan yang ragu iman
Usikan Cinta III
Sabar menahan
Maraknya api cinta
Dari membakar tiang agama
Lebih mulia ; teramat mulia
Menepis rasa cinta
Dari membukit memudar atma
Demi menjemput cahaya
Yang cintanya melebihi segalanya
Sabar ada yang menanti
Labels:
sajak
Khamis, 15 Julai 2010
Bercerita Tentang Kehidupan
Biarkan malam bertamu
Biarkan senja menjengah suasana
Biarkan warna jingga menyelubungi alam
Biarkan camar bersiponggang di kaki langit
Kan tetap berpasak jiwa nan teguh
Kan tetap berkemudi hati nan lara
Kan tetap menyinar matahari nan senja
Kan tetap bertamu redha dan sabar di musafir lalu...
Pada insan yang tulus, mulus dan bukan fulus jiwanya.
11 April 2008
Bercerita tentang kehidupan adalah bercerita tentang motivasi untuk terus berkhidmat, menjadi hamba yang diredhai Allah. Jalan perjuangan dalam mencari bekalan akhirat, la budda akan diiringi dengan pelbagai dugaan dan cabaran. Samada ujian-ujian itu akan dilepasi atau tidak, bergantung kepada kita dalam menyambutnya. Tenang setenang air di kali kah atau seperti tsunami yang meribut menghempas ombak hitam ke pantai?
Ya Allah, adakah aku memandang setiap ujian Mu dengan penuh ibrah? Adakah aku betul-betul mengambil pengajaran dari setiap ujian yang kau kurniakan kepadaku? Ya, Allah memberi ibrah dalam setiap ujian yang Dia titipkan untuk kita. Tiada ungkapan indah dalam menuturkan semua ini, melainkan hati yang redha dan sabar yang mampu mengungkapkan apakah sebenarnya tujuan Allah memberi kita suatu suratan bernama UJIAN.
Ujian itu tidak semestinya setiap segala yang bernama kesusahan dan keperitan. Tapi, Allah juga mengirimkan kesenangan dan keselesaan dalam ujian yang Dia hantarkan. Namun, hakikatnya manusia akan lebih beringat dengan kesusahan dan keperitan daripada kesenangan dan keselesaan. Manusia akan lebih mudah hanyut dan tenggelam dalam kenikmatan.
Setiap kita diuji, sedang diuji dan bakal diuji. Setiap kata-kata juga diuji. Sesekali bila kita bercerita tentang kehidupan, jangan lupa untuk rasa bermotivasi menjadi hamba Allah yang taat kepadaNya. Jangan lupa untuk bermotivasi menggapai redha Allah di dunia dan lebih-lebih lagi di akhirat.
Bercerita tentang kehidupan saya kini, adalah bercerita tentang hari ini yang (jika diizinkan Allah) akan lebih baik dari hari semalam. INSYA ALLAH. Dan esok lebih baik dari hari ini.
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada Nya, dan berjihadlah di jalan Nya, agar kamu beruntung.”
Surah Al Maidah, ayat 35
Khamis, 8 Julai 2010
Menangis Di Bahu Mu
Luluh jiwaku dalam rona cintaMu
Ronta rasaku di sejadah syahdu
Aminkan doa dalam sendu..
Hati menangis, mengerdip
Membongkar rasa malu berzaman
Tanpa sedar kesilapan lalu yang dilakukan
Sesak dada ini saat ia menujah
Menikam-nikam sukma, membuai air mata
Aduh… sakitnya penghinaan ini!
Penghinaan pada wajah yang duka
Sarat dengan debu dosa
Pengharapan yang menggunung
Ku halakan padaMu
Agar bisa ku tampung
Tiap detik yang resah ku mainkan
Tiap saat yang pilu ku dendangkan
Kesedihan, kepiluan, keresahan, kekecewaan
Semuanya bagai tersimpul mati
Tidak mampu terurai
Mendalam dalam lurah atma ini
Sayup jauh jaraknya dari jalanMu
Biarkan aku kelu
Lemas dalam pengaduanku
Biarkan aku huraikan satu persatu
Duniaku yang mengikatku menjauhi Mu
Biarkan ribu-ribu tasbih itu
Memuji Mu dalam ribu-ribu mutiara rindu
Membasahi gersang kalbuku
Tuhan…
Arah manakah lagi mampu ku halakan
Jika tidak pada cahaya cintaMu
Yang nun jauh sayup di pandanganku
Izinkan aku berlari mencapainya
Berlari sederasnya
Menuju ke pelukanMu
Merasai hangatnya belaianMu
Menikmati derasnya turun air mataku
Membasahi bahu Mu..
Menangis di bahu Mu....
yanglatif
1.50 pagi, 8 Julai 2010
teratak seni
Selasa, 6 Julai 2010
Biarkan Aku Seorang....
seorang terluka
tercedera lara
hingga tidak mampu bersuara
biar aku
seorang sepi
sunyi sendiri
hingga tidak berdiri lagi
biar aku
seorang kecewa
hampa nestapa
hingga tidak mampu ketawa
biar aku
seorang tersepit
kecil diri terhimpit
hingga tidak lagi suara menjerit
biar aku
seorang merana
asal kamu semua bahagia
hingga tidak lagi muncul sengketa antara kita
~angkasa
10.51pm
7hb April 2010
Lagu Khabar Cinta
Puisi Biar Aku Seorang
Hilal Asyraf
Labels:
sajak
Ahad, 30 Mei 2010
.:Kata-kata Tak Terungkap:.
Air mata apakah yang tumpah saat kau menangisi diriku?
terguris kerana aku melukaimu?
sedih kerana aku meninggalkan mu?
jauh hati kerana aku tidak mengambil berat tentang dirimu?
atau kerana rindu kenakalan dan senyum tawaku?
atau tersangat-sangat rindu akan kata-kata nasihatku yang pernah ku ungkapkan?
barangkali tersangat-sangat rindu hangatnya ukhuwah dan kasih sayang yang kita jalinkan di jalan juang...?
Andai air mata itu tumpah kerana merinduiku, ketahuilah aku jua rindu itu semua ke atas dirimu..
Andai titisan itu turun kerana diriku penyebab sebak di dadamu,.
maafkan diriku sahabat..
maafkan segala kesalahanku andai diri ini benar-benar mengguris hati mu...
Ku lafazkan kata-kata ini dengan sepenuh hati dan kuharapkan dirimu juga menghayati setiap bait ungkapan ini...
Aku gembira menyayangimu kerana Allah tukarkan kasih sayang tersebut dengan kelapangan hati,
keredhaan dalam menerima dirimu seadanya dan kemudahan dalam setiap urusan..
Walaupun tewas dengan kebencian iblis terhadap keutuhan persaudaraan, ku iringi kekesalan dengan kemaafan..
Takdir kadang-kadang mempertemukan sesuatu yang tak diundang,
menduga dalam bermacam ragam,
memberi apa yang tak dirancang,
membuatkan kita mengalirkan air mata kesedihan,
dan sesekali takdir juga membuatkan kita rasa kehilangan,
namun takdir memberi kita erti perkenalan,
menyulam erti kasih sayang,
mengenali sebuah ketabahan dan memberi erti sebuah keakraban,
memberi peluang menilai siapa sahabat, kawan dan siapa sekadar kenalan dalam mengisi ruang dalam episod kehidupan...
Pesan untuk diriku jua dirimu sahabat,
Andai seorang teman melakukan kebaikan, ukirlah di atas batu agar ia tersemat di hati dan kekal sebagai memori terindah.,
Namun, seandainya seorang teman membuat kesalahan, tulislah di atas pasir agar ia mudah ditiup angin kemaafan.
Sedarlah teman,
Ukhuwah itu terbina atas ranting kejujuran, bertunjangkan mahabbah fillah lalu membuahkan kemanisan ikatan,
Jika terpesong maka patahlah ranting, reputlah akar lalu rosaklah buah,
Teman bukanlah semestinya sentiasa dekat jaraknya,
tetapi yang sentiasa di hati diingati dalam setiap bisikan doanya.
Seindah putaran cinta dunia,
yang sentiasa menjadi idaman manusia-manusia yang berjiwa kerdil,
terselit jiwa-jiwa yang butuhkan cinta yang agung,
terselit mereka-mereka yang rindu berukhuwah kerana Allah,
yang rindunya makin mendalam tetapi buntu kerana arah cinta Dia terlalu berliku.
Semoga jalan perjuangan ini menjanjikan kita seribu cinta Allah dan kejayaan ukhuwah liLLah yang luhur
Semoga Allah mempermudahkan jalan kita dalam perjuangan penuh dugaan dan terus istiqomah berdasarkan aqidah yang satu.
terguris kerana aku melukaimu?
sedih kerana aku meninggalkan mu?
jauh hati kerana aku tidak mengambil berat tentang dirimu?
atau kerana rindu kenakalan dan senyum tawaku?
atau tersangat-sangat rindu akan kata-kata nasihatku yang pernah ku ungkapkan?
barangkali tersangat-sangat rindu hangatnya ukhuwah dan kasih sayang yang kita jalinkan di jalan juang...?
Andai air mata itu tumpah kerana merinduiku, ketahuilah aku jua rindu itu semua ke atas dirimu..
Andai titisan itu turun kerana diriku penyebab sebak di dadamu,.
maafkan diriku sahabat..
maafkan segala kesalahanku andai diri ini benar-benar mengguris hati mu...
Ku lafazkan kata-kata ini dengan sepenuh hati dan kuharapkan dirimu juga menghayati setiap bait ungkapan ini...Aku gembira menyayangimu kerana Allah tukarkan kasih sayang tersebut dengan kelapangan hati,
keredhaan dalam menerima dirimu seadanya dan kemudahan dalam setiap urusan..
Walaupun tewas dengan kebencian iblis terhadap keutuhan persaudaraan, ku iringi kekesalan dengan kemaafan..
Takdir kadang-kadang mempertemukan sesuatu yang tak diundang,
menduga dalam bermacam ragam,
memberi apa yang tak dirancang,
membuatkan kita mengalirkan air mata kesedihan,
dan sesekali takdir juga membuatkan kita rasa kehilangan,
namun takdir memberi kita erti perkenalan,
menyulam erti kasih sayang,
mengenali sebuah ketabahan dan memberi erti sebuah keakraban,
memberi peluang menilai siapa sahabat, kawan dan siapa sekadar kenalan dalam mengisi ruang dalam episod kehidupan...
Pesan untuk diriku jua dirimu sahabat,
Andai seorang teman melakukan kebaikan, ukirlah di atas batu agar ia tersemat di hati dan kekal sebagai memori terindah.,
Namun, seandainya seorang teman membuat kesalahan, tulislah di atas pasir agar ia mudah ditiup angin kemaafan.
Sedarlah teman, Ukhuwah itu terbina atas ranting kejujuran, bertunjangkan mahabbah fillah lalu membuahkan kemanisan ikatan,
Jika terpesong maka patahlah ranting, reputlah akar lalu rosaklah buah,
Teman bukanlah semestinya sentiasa dekat jaraknya,
tetapi yang sentiasa di hati diingati dalam setiap bisikan doanya.
Seindah putaran cinta dunia,
yang sentiasa menjadi idaman manusia-manusia yang berjiwa kerdil,
terselit jiwa-jiwa yang butuhkan cinta yang agung,
terselit mereka-mereka yang rindu berukhuwah kerana Allah,
yang rindunya makin mendalam tetapi buntu kerana arah cinta Dia terlalu berliku.
Semoga jalan perjuangan ini menjanjikan kita seribu cinta Allah dan kejayaan ukhuwah liLLah yang luhur
Semoga Allah mempermudahkan jalan kita dalam perjuangan penuh dugaan dan terus istiqomah berdasarkan aqidah yang satu.
Rabu, 31 Mac 2010
Segulung Ijazah Harapan Rakyat
Menggengam segulung ijazah
Mendengar tangis manusia
Di bawah hancing bingkai langit
Melihat sungai kekuningan
Dikencing awan hitam kemerdekaan
Di susuk rimba
Terdengar pula suara siamang
Memekik menjadi hakim
Di mahkamah hukum-hukum rimba
Dan ijazah yang diterima
Terpaksa menjadi bahan-bahan buangan
Di dalam tapak pelupusan sampah
Aku ingin bertanya
Ke mana intelek kebenaran
Aku harus bertanya
Di mana hasil tangan pengenggam ijazah
Mahasiswa adalah senjata
Yang akan gagah bersoal
Mahasiswa bukan peralatan kuda
Yang akan ditunggangi tanpa bertanya
Mengapa setiap perkara yang baik
Pasti akan ada yang jahat
Mengapa setiap perkara yang miskin
Pasti akan ada yang kaya
Mengapa setiap perkara yang adil
Pasti akan ada yang zalim
Ya, sudah lebih lima puluh dua tahun
Mengapa suara mahasiswa terus membisu
Kemerdekaan hari ini milik siapa
Mahasiswa harus menjadi suara
Kepada rakyat masa depan
Mahasiswa perlu mendengar nadi negara
Hari ini mahasiswa harus melihat
Ada di atas meludah yang di bawah
Ada yang berkuasa membunuh yang tak berdaya
Ada yang kaya memerah keringat yang miskin
Ada yang kufur memerintah yang beriman
Mana suara mahasiswa waktu ini
Aku ingin bertanya
Mahasiswa membisu atas dasar apa?
Aku mahu bertanya
Mahasiswa berdiri atas dasar apa?
Aku harus bertanya
Mahasiwa belajar atas dasar apa?
Mengapa siamang yang menjadi hakim?
Lihat ada petani yang hilang sawahnya
Dengar ada penduduk dirobohkan rumahnya
Ideologi-ideologi penindasan
Yang dicuri fahamannya dari intelek penjajah
Sering saja tidak menyebelahi sosio rakyat
Orang-orang yang kaya makin disayang
Orang-orang yang miskin makin terbuang
Tanah-tanah di bukit
Sudah tidak ada lagi yang membela
Kelaparan anak-anak fakir miskin
Makin berleluasa mati kebuluran
Keruntuhan akhlak, penderaan, kemaksiatan
Terus menjadi raja di bumi ini
Mahasiswa harus bertanya tentang perkara ini
Ya, mahasiswa tidak buta
Mahasiswa tidak pernah bisu
Mahasiswa perlu melihat dan mendengar
Antara ketawa riang penindasan
Dan redup tangisan pengharapan
Kedaulatan kebenaran harus dibangunkan
Binatang kepalsuan harus dihapuskan
Maka segulung ijazah akan menjadi kejayaan
Yang bermakna dalam kehidupan sehari harian
Di bawah bumbung fasaliti pendidikan ini
Mahasiswa wajar bertanya
Kita dididik untuk berdiri
Di pihak yang mana?
Ilmu yang diajarkan disini
Sesungguhnya adalah suara pembebasan
Yang akan menyokong sebuah sosio kehidupan
Mahasiswa bukan mengejar kekayaan
Mahasiswa bukan bermatlamat kebendaan
Mahasiswa bukan bercita-cita untuk menindas
Rakyat menuntut jawapan
Esok hari langit akan terang kembali
Siang akan terbit menjelma
Siamang di rimba masih bersorak
Sedang rakyat makin mati jiwanya
Dan jawapan dari mulut-mulut intelek mahasiswa
Ditagih bagi membela dan menjaga
Ya, suara mahasiswa akan menjadi hikmah
Dicampak ke laut menjadi pulau
Dicampak ke darat menjadi istana
Rakyat masih menagih kata-kata mahasiswa
Ada yang dipersada mendera
Ada yang disinggahsana menzalimi
Ada yang syurga dunia merampas
Hanya demi sebuah kerakusan
Mahasiswa harus terus menerus bertanya
Mahasiswa harus terus menerus membela
Tidak selamanya siamang menjadi hakim di rimba
Tidak selamanya rakyat terus dipersia
Biar segulung ijazah menjadi syurga
Bagi anak-anak kecil pada masa hadapan
Ayuh mahasiswa usah berhenti bertanya
Mahasiswa tidak buta
Mahasiswa tidak bisu
Mahasiswa tidak tuli
Di bawah payung pendidikan di sini
Kita dididik untuk memihak pada siapa?
p/s : best kan sajak ni?hu3
Labels:
sajak
Khamis, 22 Oktober 2009
Munajat Indah

Luluh jiwaku dalam cintaMu
Ronta rasaku pada doaku
Aminkan doa dalam sendu..
Hati menangis, mengerdip
Membongkar rasa malu berzaman
Tanpa sedar kesilapan lalu yang dilakukan
Sesak dada saat ia menujah
Menikam-nikam sukma, membuai air mata
Aduh…sakitnya penghinaan ini!
Penghinaan pada wajah yang duka
Sarat dengan debu dosa
Tuhan…
Arah manakah lagi mampu ku halakan
Jika tidak pada cahaya cintaMu
Yang nun jauh sayup di pandanganku
Izinkan aku berlari mencapainya…
Aspuri MMP, 6 Julai 2008
Selasa, 8 September 2009
Nota Kecil Di Hujung Isya'
Kesunyian ini menyimpan rohku dalam
Madrasah tafakur; ku persembah padaMu
Kefakiran kudrat dan jiwa yang kotor
Adalah ruku’ ini kerendahanku
Sujud ini kehinaanku
Tasyahud ini pengabdianku
Munajat ini adalah ribu-ribu kasihku
Yang tumpah
Yang melimpah-limpah di sejadah
Lucutkan pakaian takabbur
Rabb, basuhkan malamku
Dengan lautan cintaMu yang mendingin; rindu
Yang harum keampunan yang damai mencantum
Tawadhu’
Aku menggigil di sini; lepaskan aku
Dalam kesejukan khusyuk yang menusuk
Fahd Razy, Dublin
Madrasah tafakur; ku persembah padaMu
Kefakiran kudrat dan jiwa yang kotor
Adalah ruku’ ini kerendahanku
Sujud ini kehinaanku
Tasyahud ini pengabdianku
Munajat ini adalah ribu-ribu kasihku
Yang tumpah
Yang melimpah-limpah di sejadah
Lucutkan pakaian takabbur
Rabb, basuhkan malamku
Dengan lautan cintaMu yang mendingin; rindu
Yang harum keampunan yang damai mencantum
Tawadhu’
Aku menggigil di sini; lepaskan aku
Dalam kesejukan khusyuk yang menusuk
Fahd Razy, Dublin
Ahad, 23 Ogos 2009
Aku Ingin
Aku ingin mengalirkan air mata,
Aku pasti
Buat membasuh dosa-dosa semalam
Dalam syahdu doa dan tulus zikir
Dalam semarakan hujan di malam Ramadhan mulia ini
Terasa hingar menanti di sana
Sahutan suara menggegar atma
‘Iqob buat orang melakukan keburukan yang dibenci Allah selamanya
Jiwa ini pasti menemui Rabbnya
Tulang-tulang ini akan hancur dimamah bumiNya
Dan roh ini bakal diazab sepertimana yang tercatit
Lain pula bagi yang sebaliknya
Taqwa yang menjadi pakaian dibawa bersama menyeberang
Hanya taman yang indah,
Yang di bawahnya ada sungai-sungai mengalir menanti
Pemuda Al-Quran dan tahajjud yang menemani
Menerangi kegelapan yang menggila…
Itulah cita-citaku, Ya Allah
Kamarku nanti bakal diterangi cahaya itu
Di malam Ramadhan yang diselangi kesejukan
Dari hujan yang membasahi
Aku mengalirkan air mata
Aku pasti buat membasuh dosa-dosa semalam…
Siti Yang Latifah
Kota Bharu, 7 September 2008 / 7 Ramadhan 1429
Langgan:
Catatan (Atom)



















